7 Fakta Unik Angklung

Bermain angklung

Angklung memang sudah terkenal sebagai alat musik tradisional Indonesia. Berasal dari Jawa Barat, alat musik yang terbuat dari bambu ini ternyata sudah sangat besar pamornya di dunia. Di Indonesia sendiri, alat musik ini banyak dimainkan di berbagai pagelaran, event, maupun lomba. Maka tak heran, angklung telah diajarkan sejak bangku sekolah. Di luar negeri sendiri, pertunjukan dan pelatihan angklung banyak diselenggarakan oleh KBRI sebagai misi budaya. Namun beberapa kali juga menjadi pertunjukan untuk dinikmati seperti hal nya pertunjukan musik lainnya. Dibalik maraknya alat musik modern, kita masih punya banyak sekali alasan untuk mencintai angklung. Kali ini, Angklung SADC ingin membagikan beberapa fakta unik dan menarik tentang angklung. Coba lihat, menurut anda nomor berapa yang paling anda sukai?

  1. Angklung merupakan alat musik multitonal

Angklung merupakan alat music bernada ganda atau multitonal, lho. Dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Unik, bukan?

  1. Dibuat dengan bambu khusus

Tidak semua bambu bisa digunakan untuk membuat angklung, ya. Bambu hitam (awi wulung) dan bambu putih (awi temen) adalah jenis bambu terbaik yang bisa digunakan untuk membuat angklung dengan kualitas baik. Selain menggunakan kedua bamboo diatas, perlu diperhatikan juga waktu pengambilan bambu. Musim kemarau pada jam 9 pagi hingga 3 sore adalah waktu terbaik untuk menebang bambu, karena kadar air pada bambu sedang rendah.

  1. Proses membuat Angklung membutuhkan waktu cukup lama

Membuat angklung butuh waktu yang panjang, lho. Bukan hanya membentuk bambu-bambu agar bisa menghasilkan suara yang bagus, namun juga proses penjemuran bambu. Untuk bisa dibentuk menjadi pipa-pipa suara, bambu yang terpilih akan diangin-anginkan dulu selama setidaknya 3 minggu, agar kering dan mudah dibentuk. Proses penganginannya juga tidak sembarangan. Tidak boleh terlalu kering karena dapat mengakibatkan bambu pecah saat dibentuk.

  1. Angklung berperan besar di masa dahulu

Mengapa angklung disebut memiliki peran besar di masa lalu? Karena, pada masa penjajahan, angklung dibunyikan untuk membangkitkan semangat para pejuang kita dahulu. Maka pada masanya, pemerintah Hindia Belanda sempat melarang angklung dimainkan dan menurunkan popularitas angklung. Tapi, angklung berarti punya kekuatan besar untuk menggemparkan musuh, ya?

  1. Dinobatkan menjadi warisan dunia

Fakta unik ini memang sudah tersebar luas. Pada tahun 2010 lalu, angklung ditetapkan sebagai karya agung warisan budaya lisan dan nonbendawi manusia oleh UNESCO. Perhargaan ini menaikkan popularitas angklung sehingga angklung menjadi pusat perhatian bagi banyak Negara. Akibatnya, para pegiat angklung Indonesia kerap kali diminta untuk mengajarkan angklung atau menggelar pertunjukan angklung di Negara mereka. Wow, membanggakan sekali, bukan?

  1. Angklung bukan hanya sekadar alat musik

Selama ini kalau mendengar kata angklung, kita mungkin hanya memikirkan fungsi angklung sebagai alat musik. Namun sebenarnya angklung juga digunakan sebagai oleh-oleh yang dapat kamu bagikan ke teman-teman khususnya yang berasal dari luar Indonesia. Mereka akan menyukainya! Selain memberikan oleh-oleh, kamu juga memperkenalkan budaya asli kita kepada Negara lain.

  1. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mempelajari Angklung

Pernah mendengar istilah angklung interaktif? Angklung interaktif kerap diadakan di berbagai acara, dikepalai oleh seorang instruktur. Biasanya, angklung akan dibagikan kepada para peserta dengan nada berbeda, dan peserta akan bekerjasama untuk membunyikan angklung dan memainkan beberapa buah lagu. Caranya, peserta hanya perlu membunyikan angklung sesuai dengan hand sign atau tanda dari instruktur. Hanya dengan mengikuti arahan instruktur, setiap orang bisa bekerjasama untuk memainkan sebuah lagu! Anda mungkin hanya butuh waktu beberapa jam untuk memainkan lagu.  Tapi bukan berarti dengan begitu anda sudah ahli, ya. Untuk benar-benar mahir, anda perlu menguasai teknik tertentu dan memakan waktu yang cukup lama juga.

Nah, bagaimana? Angklung patut menjadi aset budaya yang kita banggakan, bukan? Yang diabarkan diatas baru sebagian dari sekian banyak fakta unik angklung, lho. Memang sejatinya angklung perlu untuk terus dilestarikan dan menjadi perhatian kita semua. Jangan sampai aset paling berharga ini hilang ditelan zaman, atau direbut oleh orang lain, ya!

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *